11 Maret 2014

Kuala Lumpur,  HanTer – Pejabat penyelidik hilangnya MalaysiaAirline mulai mempersempit penyidikan dan mengeluarkan sejumlah kesimpulan terhadap kemungkinan pesawat bernomor MH370 ini hancur diudara di ketinggian sekira 35 ribu kaki.
Dugaan ini terkait belum ditemukannya puing apapun, kata sebuah sumber dari tim penyelidik seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/3). Jika pesawat tidak hancur, pencarian tim lebih mudah.
Seperti diketahui, pesawat Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH370, ini hilang dalam penerbangan dari Kualaumpur ke Beijing. Pesawat yang dipiloti Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) dengan 18,365 jam terbang ini membawa 239 penumpang dan awak, tujuh di antaranya orang Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Indonesia telah memastikan tujuh warga negara Indonesia di pesawat tersebut dan sudah memerintahkan KBRI Kualalumpur dan KBRI Beijing memantau perkembangan pencarian pesawat.
Terkiat temuan puing-puing, Departemen Penerbangan Sipil Malaysia memberikan klarifikasi resmi mengenai sejumlah puing yang terlihat di lautan antara Malaysia dan Vietnam. Mereka memastikan puing yang ditemukan di dekat Tho Chu IslandVietnam bukan berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370.
Menurutnya, saat ini pihak mereka masih fokus pada apakah tumpahan minyak yang ditemukan 20 mil sebelah selatan tempat Malaysia Airline Boeing 777-200 terakhir kali terdeteksi cocok dengan bahan bakar pesawat tersebut.
“Saat ini radius pencarian telah diperluas dari 20 mil menjadi 50 mil. Kami memiliki 34 pesawat dan 40 kapal yang menyisir daerah pencarian untuk melakukan penyelamatan,” jelasnya.
Azharuddin mengatakan bahwa pihak berwenang tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa ada indikasi pembajakan pada pesawat itu. Namun hingga saat ini prioritas utama DCA adalah menemukan pesawat. “Semua kemungkinan tentu ada, namun saat ini yang terpenting adalah menemukan keberadaan pesawat serta mengetahui kondisi penumpang,” tutupnya. (tim)
Sumber : http://harianterbit.com/2014/03/10/muncul-spekulasi-hancur-di-udara-atau-dibajak/
Categories:

0 Comment:

Posting Komentar